”DI balik kesuksesan seorang pria terdapat seorang wanita hebat.” Tampaknya ungkapan ini pantas ditujukan pada pemeran utama ”Sherlock Holmes”, Robert Downey Jr. (44). Dia mengaku, sang istri, Susan Levin, berpengaruh besar terhadap dirinya.
Aktor asal New York, Amerika Serikat itu tidak pernah bisa membayangkan hidupnya tanpa kehadiran Levin yang dinikahinya empat tahun silam. Sang istri telah mengubah hidupnya menjadi lebih baik. ”Dia benar-benar merupakan separuh hidup saya,” ujar pria kelahiran 4 April 1965 itu, seperti dikutip Showbizpsy.
Downey dan Levin sama-sama terlibat dalam film yang memvisualisasikan karakter rekaan Sir Arthur Conan Doyle. Downey sebagai aktor dan Levin sebagai produser. Downey mengaku senang bisa bekerja sama dengan istrinya dalam penggarapan film tersebut. ”Membuat film sangat menguras waktu dan tenaga sehingga membuatmu lupa akan kehidupan nyata selama berhari-hari. Jadi saya harus lari bersamanya (Levin), bukan lari darinya,” kata Downey.
Akting Downey dalam film berdurasi 139 menit ini patut diacungi jempol. Dia bagai menyatu dengan karakter detektif bercangklong pipa tembakau yang diperankannya itu. Dalam film ini, Holmes dan rekannya, Dr. John Watson, mempunyai misi mengungkap kejahatan Lord Blackwood yang ingin menguasai Inggris. Petualangan keduanya menjadi tontonan yang seru dan menegangkan. Sukses ditayangkan perdana di Inggris, ”Sherlock Holmes” kini tengah diputar di seluruh bisokop di dunia, termasuk di Indonesia. Film bergenre drama petualangan ini disutradarai oleh Guy Ritchie yang juga pernah menggarap film ”Revolver” pada 2005 lalu. Selain Downey, film ini juga menampilkan Jude Law, Mark Strong, dan Rachel McAdams.
Tampilkan postingan dengan label Apa Siapa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apa Siapa. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 Januari 2010
Jumat, 02 Oktober 2009
Mark Ronson, Siap Taklukkan Kilimanjaro

BAGI para pendaki dan komunitas pencinta alam, mendaki gunung selama berjam-jam dengan perbekalan seadanya merupakan hal yang biasa. Namun, jika hal ini dilakukan seorang Mark Ronson (34) yang sehari-harinya berprofesi sebagai disc jockey (DJ) dan produser musik, baru luar biasa. Siapa sangka, pria asal London, Inggris itu berencana menaklukkan Gunung Kilimanjaro, gunung tertinggi di benua Afrika.
Tentu saja, untuk mendaki puncak setinggi 19.000 kaki (5,89 km) yang terletak di Tanzania itu, dibutuhkan fisik yang prima dan motivasi tinggi. Oleh karena itu, untuk menjaga stamina tubuhnya, Ronson bertekad meninggalkan gaya hidup berpesta dan kebiasaan buruknya. "Selamat tinggal rokok, alkohol, dan obat-obatan...," ucap pria kelahiran 4 September 1975 ini, sebagaimana dikutip contactmusic.com
Lantas untuk apa peraih Grammy Award 2008 sebagai Producer of the Year itu, bertekad menaklukkan tantangan yang penuh risiko tersebut? Bukan untuk mencari sensasi, menaikkan popularitas, ataupun sekadar mendapatkan kepuasan pribadi, namun hal itu dilakukan Ronson untuk kegiatan amal di Inggris.
Dana yang terkumpul dari pendakian ini, konon akan disumbangkan kepada salah satu yayasan di Inggris, Comic Relief, untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Dalam pendakian tersebut, Ronson tidak sendirian. "Aku mengajak temanku, Kenna dan beberapa sahabatku untuk mendaki Kilimanjaro, yang menjadi bagian dari pendakian amal ini," tulis musisi yang melepas album pertamanya yang berjudul "Here Comes the Fuzz" pada 2003, di laman Twitter pribadinya.
Ronson memang bukan selebriti pertama yang melakukan hal ini. Sebelumnya, para penyanyi, seperti Gary Barlow, Cheryl Cole, Kimberley Walsh, dan Ronan Keating, telah melakukan hal yang sama pada Maret lalu. Kendati demikian, tampaknya Ronson mencoba memotivasi dirinya dan orang lain, untuk dapat berbagi satu sama lain. (Cecep Wijaya)***
Dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat rubrik "Apa & Siapa", Jumat, 2 Oktober 2009
Sumber: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=101080
Label:
Apa Siapa,
cecep wijaya sari,
kilimanjaro,
pikiran rakyat
Selasa, 01 September 2009
Taylor Momsen: Menikmati Kesendirian

BAGI banyak selebriti, bergonta-ganti pasangan merupakan hal yang lumrah. Tetapi, tidak demikian dengan aktris Taylor Momsen (16). Bahkan, pemeran Jenny Humprey dalam serial drama "Gossip Girl" itu mengaku tidak tertarik untuk pacaran. Di tengah banyaknya fans pria yang tergila-gila kepadanya, gadis asal Missouri itu malah menanggapi mereka dengan dingin. Dia lebih senang menyibukkan diri dengan bermain musik. "Aku sangat menikmati kesendirianku. Pacaran bukanlah agenda utamaku," ujar pemilik tinggi badan 173 cm itu.
Gadis kelahiran 26 Juli 1993 di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat itu, juga bukanlah tipe wanita yang suka pesta. Dia hanya pergi ke pesta saat ada acara bersama kru dan teman-teman seprofesinya untuk sekadar bersosialisasi dan menjalin network. "Semuanya menginginkanku menjadi wanita pesta, tetapi aku tidak mau," kata wanita yang tidak menyukai pelajaran matematika itu.
Taylor yang memulai kariernya sejak usia tiga tahun itu memang seorang aktris yang berbakat. Dia pernah beradu akting dengan Jim Carrey pada tayangan "TV How the Grinch Stole Christmas". Penampilannya yang memukau membuatnya meraih nominasi Young Artist Award.
Kendati saat ini sudah menginjak usia remaja, saat pergaulannya semakin luas, Taylor mengaku masih merasa terlalu dini untuk mengikuti pola hidup seperti teman-teman seusianya. "Aku masih di bawah umur. Aku hanya tinggal di rumah dan bermain gitar. Itulah yang benar-benar aku lakukan," katanya. (Cecep Wijaya S.)***
Dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat rubrik "Apa & Siapa", Rabu, 26 Agustus 2009.
Link: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=94395
Label:
Apa Siapa,
cecep wijaya sari,
Gossip Girl,
Taylor Momsen
Langganan:
Postingan (Atom)